27.11.10
Tentang kamu
Tapi, tapi kamu nggak sadar atau pura2 nggak tahu dengan apa yang terjadi dengan aku Aku bosan, aku benci ketika harus mendengar cerita tentang pria2 yang berusaha mendekati kamu. Aku bosan ketika 'hanya' bisa menjadi pendengar setiamu saja. Aku ingin lebih. Tapi aku takut. Aku takut kalu nanti kamu tahu tentang perasaanku kamu akan pergi, kamu akan menjauh. Dan pastimya aku akan sangat menyesal. Dan aku akan kembali sendiri tanpa kamu. Mungkin lebih baik kusimpan dan hanya aku yang tahu. Bahwa aku sungguh2 sangat mengenal kamu dan sangat mencintai kamu......,.
23.11.10
Bad
1.Menikah dengan Megan Fox.
2.Punya kapal pesiar pribadi diusia 25.
3.Punya temen yg kek Doraemon. Jadi enak kalo lagi kesusahan tinggal bilang," moooonnn... keluarin kantong ajaib napah..." Dengan nada memelas.
4.Punya bokap kek Aburizal Bakri. Kalo pengen jalan tinggal bilang,"Yah, transferin 100 juta dong." Beres.*astajim nulis apa gue"jangan wan, jangan"*
5.Punya tongkat sihirnya Harry Potter. Tinggal abrakadabra semua urusan selesai.
HUFFFTTTT... Nulis apa seh gue...
the deathly hallows
Buat buat para maniac Harry... Ini gue kasih cuplikan the deathly hallows. Check this out...
18.11.10
070302
Aku tidak hanya memperhatikan langkah jalannya saja. Setiap langkah hidupnya selalu menarik untukku. Setiap kali ia berbicara tak pernah sedikitpun dusta yang terucap. Setiap kali ia mendengarkan selalu dengan kesungguhan. Seolah-olah mengatakan, "i'm still here for you". Tentu dengan tatapan matanya yang tajam dan dalam. Seperti anak panah yang menancap kedalam pikiranku. Merubah perasaan ini menjadi cinta. Mungkin cinta seorang remaja berusia usia 16 orang menyebutnya dengan sebutan 'cinta monyet'. Tapi tak peduli!!! Aku hanya berpikir mereka hanya iri melihat trouble maker berubah menjadi good boy. Cowok urakan 'semau gue' menjadi anak remaja yang sopan dan manis. Hanya karena mengenal gadis berusia 15 tahin.
Langkahku kuhentikan tepat didepan pagar rumahnya. Setelah ia dan temannya masuk terlebih dahulu. Dan membiarkan aku sendiri, membiarkan aku menanti. Disaat seperti ini waktu berjalan sangatlah lambat. Detik perdetik, menit permenit seirama dengan denyut nadi. Berbaur dengan rasa khawatir, galau, takut, atau penyesalan karena telah mengungkapkan isi hati ini secara jujur. Hanya tinggal jawaban yang mungkin bisa membuatku terdiam berhari-hari karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Atau yang membuatku menjadi remaja paling bahagia dan beruntung karena telah mendapatkan cintanya.
Air dari awan sedikit demi sedikit mulai turun. Hanya rintik. Aku masih sanggup menahannya. Tak lama pintu rumahnya terbuka. Wajah tanpa rasa. Seperti pembunuh berdarah dingin. Seolah-olah siap menghunuskan pisaunya tepat dijantung hatiku. Sedetik kemudian 'wajah tanpa rasa-nya' telah dihiasi senyum kecil kletika mendekatiku. Dengan penuh keberanian aku menggenggam tangannya. Suara dedaunan dari pohon angsana yang tertiup angin bercampur dengan rintik hujan, bau tanah yang basah mulai tercium. Namun aku masih terasa hangat karena menggenggam tangannya.
Aku mulai bersuara, namun yang keluar hanyalah ucapan yang terbata-bata. Dan seolah mengerti ia membalas genggaman tanganku dengan lebih erat dan kencang.
"..."
Hanya hening.
"Aku juga sayang kamu..."
Sejak saat itu aku selalu suka rintik hujan, suara dedaunan yang tertiup angin juga bau tanah yang basah oleh rintik hujan. Yang bisa membuatku terdiam lalu tersenyum mengingat cinta pertama.
:)
16.11.10
memories of KDM
Gue ga akan bercerita banyak kali ini. Karena photo diatas dapat membuat gue duduk diam dan menceritakan kembali tentang masa lalu.
Thanks god...
Telah mengenalkan gue dengan manusia2 yg menakjubkan :D
wanita itu aneh
Jika dikatakan cantik dikira menggoda,
Jika dibilang jelek di sangka menghina
Bila dibilang lemah dia protes,
Bila dibilang perkasa dia nangis
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak
(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut
(sambil ngomel, egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)
Maunya emansipasi, sono narik becak
(sambil ngomel, baikan gw jualan pecal dah)
Maunya emansipasi, disuruh angkat beras, muka masam
(sambil ngomel, cowo apa ne.. dah tau beban gw berat (2 mountains) masi disuruh angkat beginian)
Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya,
tapi kenapa ya… lebih bangga jadi wanita karir,
padahal ibunya adalah ibu rumah tangga
Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah…
Bila di ajari mukanya merah,
Bila di sanjung mukanya merah,
Jika marah mukanya merah,
Kok sama semua? bingung !!
Di tanya ya atau tidak, jawabnya : diam
Ditanya tidak atau ya, jawabnya : diam
Ditanya ya atau ya, jawabnya : diam
Ditanya tidak atau tidak, jawabnya : diam
Ketika didiamkan malah marah (repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya)
Di bilang ceriwis marah,
Dibilang berisik ngambek,
Dibilang banyak mulut tersinggung,
Tapi kalau dibilang Supel wadow seneng banget… padahal sama saja maksudnya
Dibilang gemuk engga senang padahal maksud kita sehat gitu lho,
Dibilang kurus malah senang padahal maksud kita “kenapa elo jadi begini !!!!”
Itulah WANITA, makin kita bingung makin senang dia…
Tidur dengan Wanita
2. Tidur dengan PSK: Mahal ½ mati.
3. Tidur dengan Wanita Jelek : Stress ½ mati.
4. Tidur dengan Wanita Hyper : Capek ½ mati.
5. Tidur dengan Pacar : Nafsu ½ mati.
6. Tidur dengan Istri : mending pura-pura mati.
7. Tidur dengan isteri Orang : nafsu nggak mati-mati (yakin deh…)
8. Tidur dengan isteri Tentara.: sudah pasti mati
dijamin mendekati kenyataan 100%
8 kebohongan seorang ibu
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke piring, ibu-ku berkata : “ Makanlah nak, ini semua untukmu ibu tidak lapar ”
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi mencari ikan di sungai dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “ Makanlah nak, ibu tidak suka makan ikan ”
KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah baju jahitannya untuk ditawarkan ke ibu-ibu yang lain demi sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim hujan tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya membuat kerajinan tangan. Aku berkata : ” Ibu, tidurlah, ini sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu hanya tersenyum dan berkata : ” Cepatlah kamu tidur nak, ibu masih belum capek ”
KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu tidak menjahit agar supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum.
Ibu berkata : “ Minumlah nak, Ibu tidak haus ”
KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada ketrampilannya menjahit, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka,
ibu berkata : “ Saya bahagia dengan anak2ku & ibu tidak butuh suami lagi ”
KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “ Ibu masih ada uang, pakailah saja untuk keperluanmu ”
KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup lebih enak di Jakarta. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “ Tidak usahlah nak, Ibu tidak terbiasa di Jakarta ”
KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, sehingga ia harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “ Jangan menangis anakku, Ibu sehat kok ”
KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya sahabat sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih Ibu ! ”
Sahabat, banyak hikmah yang dapat dipetik dari kisah di atas, betapa benar kata pepatah, Kasih anak sepanjang galah, kasih Ibu sepanjang jalan ".
Sahabatku, bagi anda yang Ibunda-nya masih hidup, coba anda renungkan :
Sudah berapa lamakah anda tidak menelepon ibu anda?
Sudah berapa lamakah anda tidak mengunjunginya dan menghabiskan waktu untuk berbincang dengan ibu anda?
Sudah berapa lamakah anda tidak membelikan baju dan makanan kesayangannya?
Di tengah-tengah aktivitas anda yang padat ini, boleh jadi anda selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ibu yang kesepian di rumah. Kadang kala kita memang selalu lupa akan Ibu kita yang mungkin merasa kesepian di rumah.
Sahabatku, bagi anda yang keetulan Ibundanya sudah wafat, coba anda renungkan :
Sudah berapa lamakah anda tidak menziarahi makamnya?
Sudah berapa lamakah anda tidak mengaji untuknya ?
Sudah berapa lamakah anda tidak membacakan Al Fatihah dan surat Yassin untuk almarhum ibu anda?
Sudah berapa lamakah anda tidak mengunjungi kerabat dan sahabat ibu anda? dan
Sudah berapa lamakan anda tidak pernah bersedekah untuk almarhumah ibunda anda?
Di kala kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi baik Ibunda kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.
Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian*

Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di camera yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.
—
Tragedi sempak
Sangat sulit untuk dilacak. Ponakan gue??? keknya ga mungkin. Secara dia sudah smp sepertinya mengerti apa akibat terburuk kalo memakai celana dalam orng lain, apalagi bekas gue. Abang gue??? sempak gue pasti ga muat. PASTI. Bininya abang gue?? motif celana dalamnya teteh itu gue perhatiin ada corak kembangnya hampir disetiap celana dalemnya. Sedangkan gue ngga. Jadi gue pikir dia ga punya motipasi buat menculik sempak gue. Trus siapa???





