Kamu selalu datang dengan cara yang sederhana. Senyum lalu menyapa. Selalu begitu, dan selalu membuatku terdiam. Aku benci. Aku benci harus menatap kamu dengan lama ketika kamu memandang kearah lain dan memalingkan mataku ketika kamu menoleh menatapku. Nggak bisa yah aku menatap kamu tanpa perlu kamu tahu bahwa aku sangat mengagumimu? Semua yang kamu ucapin seolah2 penting untuk aku. Ucapanmu menjadi seperti sabda buat aku. Terlalu penting. Hingga setiap detailnya aku hafal. Aku serius. Bahkan setiap mimik wajahmu ketika berbicara aku hafal. Kamu pasti akan menutup mulutmu dengan kedua tangan ketika tertawa terbahak2 lalu pipimu akan memerah ketika kedua tanganmu kamu lepas. Matamu akan menyipit ketika ketika sedang menyimak pembicaraan yg kamu anggap menarik. Aku tahu semuanya.
Tapi, tapi kamu nggak sadar atau pura2 nggak tahu dengan apa yang terjadi dengan aku Aku bosan, aku benci ketika harus mendengar cerita tentang pria2 yang berusaha mendekati kamu. Aku bosan ketika 'hanya' bisa menjadi pendengar setiamu saja. Aku ingin lebih. Tapi aku takut. Aku takut kalu nanti kamu tahu tentang perasaanku kamu akan pergi, kamu akan menjauh. Dan pastimya aku akan sangat menyesal. Dan aku akan kembali sendiri tanpa kamu. Mungkin lebih baik kusimpan dan hanya aku yang tahu. Bahwa aku sungguh2 sangat mengenal kamu dan sangat mencintai kamu......,.