5.2.11

Aku Mati

Hidup yg kujalani amatlah berat. Semua masalah seperti ‘meninjuku’ bertubi-tubi dari segala arah. Belum selesai masalah dikantor tiba-tiba kakak pertamaku menelpon, mengabarkan bahwa ibu masuk Rumah Sakit karena komplikasi yg selama ini dialaminya. Dan tentunya itu sangat membutuhkan uang yg tidak sedikit. Hutang keluargaku dibank sudah teramat mencekik leher, ditambah dengan masuknya ibu kerumah sakit aku harus mencari uang kemana?? Aku seperti anak yg tidak berguna.
Aku terdiam sendiri dibangsal rumah sakit. Tak lama ponselku berdering. ‘Bee’. Nama sayangku untuk sang kekasih.
“Ya hallo.”
“Maaf, sepertinya… Sepertinya kita ga bisa lagi melanjutkan hubungan yg penuh kebohongan ini.” Suara isak tangis terdengar diujung telpon.
“Kamu kenapa?” Tanyaku dengan tenang.
“Aku… Aku menduakan kamu. Aku, aku lebih memilih dia….”
tut…tut…tut….
Cobaan apalagi yg kau berikan padaku Tuhan???
Aku frustasi. Aku ingin mati. Aku ingin meninggalkan semuanya.

Dan kini aku berdiri disebuah gedung berlantai 11. Dapat kulihat Jakarta selalu indah dimalam hari dengan hiasan lampunya. Tapi itu tak dapat menghiburku. Aku melihat kebawah. Hembusan angin malam seperti ingin mengajakku terbang. Aku muak dengan kehidupan. Aku ingin mati. Dan aku melompat….
Aku melihat sepasang kekasi yg selalu terlihat romantis sekarang sedang bertengkar hebat dilantai 10. Suara tangis dan caci maki terdengar jelas. Dilantai 9 aku melihat Pak Sigit yg terkenal akan kekayaannya dan dihormati publik  sedang mencoba mengenakan pakaian dalam istrinya. Pak Sigit mempunyai kelainan seksual. Dilantai 8 Lisa memergoki suaminya sedang bercinta dengan wanita lain.  Budi terlihat gugup saat sedang menenggak obat anti depresi dilantai 7. Dilantai 6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari. Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis dilantai 5. Dilantai 4 aku melihat Ibu Sri sedang memandangi photo mendiang suaminya. Dilantai 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya. Dilantai 2 searang anak sedang memaki2 ibunya yg hanya menangis sesugukan.
Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang. Skrg aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekhawatirannya sendiri. Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bhw ternyata keadaanku sebenarnya tdk begitu buruk..  Semua orang yang kulihat tadi skrg sedang melihat aku… terkapar meregang nyawa…  Kurasa setelah mereka melihat kondisiku skrg, mereka akan berpikir bhw sebenarnya keadaan mereka tdk terlalu buruk. “Be grateful for whoever you are….coz if u compare it to others, u’ll be suprised of their secret life “ “Bersyukurlah atas dirimu apa adanya… karena bila kamu membandingkan dgn orang lain, kamu akan “terkejut” dengan rahasia hidup mereka” Dan.. Cintailah dirimu, walaupun seberapa berat masalah yang menimpamu. Anda tetaplah berharga di mata Tuhan. dan Anda bisa menjadi alat yang dipakai-Nya, untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Anda bisa menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang membutuhkannya.

inspired by: Notes of Eka’s Damayanti.

28.1.11

Kenapa Harus Ada Cinta Tuhan???

Secara ga sengaja gua nemuin secarik kertas kumel, lecek dibawah tempat tidur gua. Gua ingat tulisan ini gua buat sewaktu patah hati.
-_____-”
You know, ketika kita sedang jatuh cinta, bahagia, sedih atau patah hati sekalipun tulisan yg kita buat bener2 apa yg ada diisi hati kita. Mungkin sebuah ungkapan, protes atau semacamnya.
Oke. Tanpa panjang lebar, here goes:::::

Kalau mencintai itu mudah, mengapa untuk membencinya terlalu sulit??
Ingin rasanya jarum jam kuputar kekiri dan kembali kemasa lalu.
Jika aku berhasil kembali kemasa lalu aku lebih memilih untuk tidak mengenal kamu.
Untuk tidak mengagumi setiap senyummu,
Untuk tidak terpana melihat setiap gerakmu,
Untuk tidak memalingkan mata setiap kamu membalas tatapku,
Karena dari semua itu aku tahu pasti akan berujung pahit…

Kenapa selalu ada perpisahan setelah kita mulai nyaman dengan seseorang?
Kenapa harus ada benci setelah cinta yg tidak diharapkan perlahan-lahan muncul?
Kenapa kini ada air mata setelah kita melaluinya dengan tawa?
Kenapa, kenapa, kenapa???
Apa itu arti hidup???
Bahwa kita memulainya dengan pertemuan dan diakhiri dengan perpisahan??
Bahwa kita bisa membenci seseorang setelah kita mencintainya dengan tulus dengan apa adanya tanpa mengharapkan imbalan apapun??
Bahwa pasti akan ada air mata setelah tawa??
Apa itu semua adalah keseimbangan hidup?? *cuih*

Kalau Tuhan itu Maha Baik mengapa membiarkan benci merajai hati yang sebelumnya dipenuhi dengan cinta?
Kalau Tuhan itu Maha Pengasih mengapa membiarkan  umatnya tersakiti oleh perpisahan?
Kalau Tuhan itu Maha Penyayang mengapa begitu tega melihat umatnya menangis?

Apa Tuhan bisa marah setelah membaca tulisan ini??
Apa Tuhan bisa kecewa setelah memahami tulisan ini??
Apa Tuhan sanggup untuk berdiam sejenak dan ikut bersedih??
Atau Tuhan dengan segala ‘jubah kebesarannya’ Dia tidak mempunyai perasaan, lalu membiarkan semuanya itu terjadi??
Kalau hal itu benar, salahkah kita menjadi seorang antagonis? Yang lebih baik menyakiti daripada disakiti? Ini bukan sebuah keegoisan. Tak ada seorangpun yang ingin merasakan sakit. Walau pada kenyataannya , even sepasang manusia yang saling mencintaipun pasti akan terpisah dan mengalami perih. Entah terpisah oleh hal yang dinamakan kematian atau hal-hal absurd seperti: Tak ada kecocokan, keegoisan, dan pada kenyataanya pasangan kita bukanlah tulang rusuk yang selama ini kita cari?
Jadi untuk apa manusia diberikan hati untuk bisa mencintai? Kalau kenyataan hal itu bisa menjadi bumerang yang membuat hidup manusia terpuruk?

Kenapa harus ada cinta Tuhan?

18 des 2010, dikamar sendirian….

19.1.11

Mawar Hitam

aku mengapung dalam lembabnya dini hari
mengangan jauh akan sosokmu .......


. Mawar Hitam .


kamu menyelimuti diri dengan kesepianmu
terkurung rapat dalam ketakutan


. Mawar Hitam .

aku menggapai tak sampai
dirimu hilang di luar jangkauan kasat mata


. Mawar Hitam .

durimu sanggup merobek jiwaku
namun aku menyajikan darahku untuk kau hisap


. Mawar Hitam .

andai jarum jam dapat kuputar ke kiri ,
aku bersumpah demi segenap ragaku .......

. Mawar Hitam .

bersediakah kau membagi pahitmu lagi ?..

27.11.10

Tentang kamu

Kamu selalu datang dengan cara yang sederhana. Senyum lalu menyapa. Selalu begitu, dan selalu membuatku terdiam. Aku benci. Aku benci harus menatap kamu dengan lama ketika kamu memandang kearah lain dan memalingkan mataku ketika kamu menoleh menatapku. Nggak bisa yah aku menatap kamu tanpa perlu kamu tahu bahwa aku sangat mengagumimu? Semua yang kamu ucapin seolah2 penting untuk aku. Ucapanmu menjadi seperti sabda buat aku. Terlalu penting. Hingga setiap detailnya aku hafal. Aku serius. Bahkan setiap mimik wajahmu ketika berbicara aku hafal. Kamu pasti akan menutup mulutmu dengan kedua tangan ketika tertawa terbahak2 lalu pipimu akan memerah ketika kedua tanganmu kamu lepas. Matamu akan menyipit ketika ketika sedang menyimak pembicaraan yg kamu anggap menarik. Aku tahu semuanya.

Tapi, tapi kamu nggak sadar atau pura2 nggak tahu dengan apa yang terjadi dengan aku Aku bosan, aku benci ketika harus mendengar cerita tentang pria2 yang berusaha mendekati kamu. Aku bosan ketika 'hanya' bisa menjadi pendengar setiamu saja. Aku ingin lebih. Tapi aku takut. Aku takut kalu nanti kamu tahu tentang perasaanku kamu akan pergi, kamu akan menjauh. Dan pastimya aku akan sangat menyesal. Dan aku akan kembali sendiri tanpa kamu. Mungkin lebih baik kusimpan dan hanya aku yang tahu. Bahwa aku sungguh2 sangat mengenal kamu dan sangat mencintai kamu......,.