Aku terdiam sendiri dibangsal rumah sakit. Tak lama ponselku berdering. ‘Bee’. Nama sayangku untuk sang kekasih.
“Ya hallo.”
“Maaf, sepertinya… Sepertinya kita ga bisa lagi melanjutkan hubungan yg penuh kebohongan ini.” Suara isak tangis terdengar diujung telpon.
“Kamu kenapa?” Tanyaku dengan tenang.
“Aku… Aku menduakan kamu. Aku, aku lebih memilih dia….”
tut…tut…tut….
Cobaan apalagi yg kau berikan padaku Tuhan???
Aku frustasi. Aku ingin mati. Aku ingin meninggalkan semuanya.
Dan kini aku berdiri disebuah gedung berlantai 11. Dapat kulihat Jakarta selalu indah dimalam hari dengan hiasan lampunya. Tapi itu tak dapat menghiburku. Aku melihat kebawah. Hembusan angin malam seperti ingin mengajakku terbang. Aku muak dengan kehidupan. Aku ingin mati. Dan aku melompat….
Aku melihat sepasang kekasi yg selalu terlihat romantis sekarang sedang bertengkar hebat dilantai 10. Suara tangis dan caci maki terdengar jelas. Dilantai 9 aku melihat Pak Sigit yg terkenal akan kekayaannya dan dihormati publik sedang mencoba mengenakan pakaian dalam istrinya. Pak Sigit mempunyai kelainan seksual. Dilantai 8 Lisa memergoki suaminya sedang bercinta dengan wanita lain. Budi terlihat gugup saat sedang menenggak obat anti depresi dilantai 7. Dilantai 6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari. Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis dilantai 5. Dilantai 4 aku melihat Ibu Sri sedang memandangi photo mendiang suaminya. Dilantai 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya. Dilantai 2 searang anak sedang memaki2 ibunya yg hanya menangis sesugukan.
Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang. Skrg aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekhawatirannya sendiri. Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bhw ternyata keadaanku sebenarnya tdk begitu buruk.. Semua orang yang kulihat tadi skrg sedang melihat aku… terkapar meregang nyawa… Kurasa setelah mereka melihat kondisiku skrg, mereka akan berpikir bhw sebenarnya keadaan mereka tdk terlalu buruk. “Be grateful for whoever you are….coz if u compare it to others, u’ll be suprised of their secret life “ “Bersyukurlah atas dirimu apa adanya… karena bila kamu membandingkan dgn orang lain, kamu akan “terkejut” dengan rahasia hidup mereka” Dan.. Cintailah dirimu, walaupun seberapa berat masalah yang menimpamu. Anda tetaplah berharga di mata Tuhan. dan Anda bisa menjadi alat yang dipakai-Nya, untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Anda bisa menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang membutuhkannya.
inspired by: Notes of Eka’s Damayanti.