-_____-”
You know, ketika kita sedang jatuh cinta, bahagia, sedih atau patah hati sekalipun tulisan yg kita buat bener2 apa yg ada diisi hati kita. Mungkin sebuah ungkapan, protes atau semacamnya.
Oke. Tanpa panjang lebar, here goes:::::
Kalau mencintai itu mudah, mengapa untuk membencinya terlalu sulit??
Ingin rasanya jarum jam kuputar kekiri dan kembali kemasa lalu.
Jika aku berhasil kembali kemasa lalu aku lebih memilih untuk tidak mengenal kamu.
Untuk tidak mengagumi setiap senyummu,
Untuk tidak terpana melihat setiap gerakmu,
Untuk tidak memalingkan mata setiap kamu membalas tatapku,
Karena dari semua itu aku tahu pasti akan berujung pahit…
Kenapa selalu ada perpisahan setelah kita mulai nyaman dengan seseorang?
Kenapa harus ada benci setelah cinta yg tidak diharapkan perlahan-lahan muncul?
Kenapa kini ada air mata setelah kita melaluinya dengan tawa?
Kenapa, kenapa, kenapa???
Apa itu arti hidup???
Bahwa kita memulainya dengan pertemuan dan diakhiri dengan perpisahan??
Bahwa kita bisa membenci seseorang setelah kita mencintainya dengan tulus dengan apa adanya tanpa mengharapkan imbalan apapun??
Bahwa pasti akan ada air mata setelah tawa??
Apa itu semua adalah keseimbangan hidup?? *cuih*
Kalau Tuhan itu Maha Baik mengapa membiarkan benci merajai hati yang sebelumnya dipenuhi dengan cinta?
Kalau Tuhan itu Maha Pengasih mengapa membiarkan umatnya tersakiti oleh perpisahan?
Kalau Tuhan itu Maha Penyayang mengapa begitu tega melihat umatnya menangis?
Apa Tuhan bisa marah setelah membaca tulisan ini??
Apa Tuhan bisa kecewa setelah memahami tulisan ini??
Apa Tuhan sanggup untuk berdiam sejenak dan ikut bersedih??
Atau Tuhan dengan segala ‘jubah kebesarannya’ Dia tidak mempunyai perasaan, lalu membiarkan semuanya itu terjadi??
Kalau hal itu benar, salahkah kita menjadi seorang antagonis? Yang lebih baik menyakiti daripada disakiti? Ini bukan sebuah keegoisan. Tak ada seorangpun yang ingin merasakan sakit. Walau pada kenyataannya , even sepasang manusia yang saling mencintaipun pasti akan terpisah dan mengalami perih. Entah terpisah oleh hal yang dinamakan kematian atau hal-hal absurd seperti: Tak ada kecocokan, keegoisan, dan pada kenyataanya pasangan kita bukanlah tulang rusuk yang selama ini kita cari?
Jadi untuk apa manusia diberikan hati untuk bisa mencintai? Kalau kenyataan hal itu bisa menjadi bumerang yang membuat hidup manusia terpuruk?
Kenapa harus ada cinta Tuhan?
18 des 2010, dikamar sendirian….